Asal Usul Mengapa Belanda Menjajah Indonesia Selama 350 Tahun
by Ardhi Subhan Afifi on Nov.22, 2009, under

Tahukah Anda bahwa karena sebuah bukulah maka bangsa Belanda bisa sampai di Nusantara dan melakukan penjajahan atas bumi yang kaya raya ini selama berabad-abad? Buku tersebut berjudul "Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien", yang ditulis Jan Huygen van Linshoten di tahun 1595. Inilah kisahnya:
Jauh sebelum Eropa terbuka matanya mencari dunia baru, warga pribumi nusantara hidup dalam kedamaian. Situasi ini berubah drastis saat orang-orang Eropa mulai berdatangan dengan dalih berdagang, namun membawa pasukan tempur lengkap dengan senjatanya. Hal yang ironis, tokoh yang menggerakkan roda sejarah dunia masuk ke dalam kubangan darah adalah dua orang Paus yang berbeda. Pertama, Paus Urbanus II, yang mengobarkan perang salib untuk merebut Yerusalem dalam Konsili Clermont tahun 1096. Dan yang kedua, Paus Alexander VI.
Dalam tempo beberapa tahun saja, Belanda telah menjajah Hindia Timur dan hal itu berlangsung lama hingga baru merdeka pada tahun 1945
Perang Salib tanpa disadari telah membuka mata orang Eropa tentang peradaban yang jauh lebih unggul ketimbang mereka. Eropa mengalami pencerahan akibat bersinggungan dengan orang-orang Islam dalam Perang Salib ini. Merupakan fakta jika jauh sebelum Eropa berani melayari samudera, bangsa Arab telah dikenal dunia sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa melayari samudera luas hingga ke Nusantara.
Bahkan kapur barus yang merupakan salah satu zat utama dalam ritual pembalseman para Fir’aun di Mesir pada abad sebelum Masehi, didatangkan dari satu kampung kecil bernama Barus yang berada di pesisir barat Sumatera tengah. Dari pertemuan peradaban inilah bangsa Eropa mengetahui jika ada satu wilayah di selatan bola dunia yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya, yang tidak terdapat di belahan dunia manapun.
Negeri itu penuh dengan karet, lada, dan rempah-rempah lainnya, selain itu Eropa juga mencium adanya emas dan batu permata yang tersimpan di perutnya. Tanah tersebut iklimnya sangat bersahabat, dan alamnya sangat indah. Wilayah inilah yang sekarang kita kenal dengan nama Nusantara. Mendengar semua kekayaan ini Eropa sangat bernafsu untuk mencari semua hal yang selama ini belum pernah didapatkannya.
Paus Alexander VI pada tahun 1494 memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas. Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membelah dunia di luar daratan Eropa menjadi dua kapling untuk dianeksasi. Garis demarkasi dalam perjanjian Tordesilas itu mengikuti lingkaran garis lintang dari Tanjung Pulau Verde, melampaui kedua kutub bumi. Ini memberikan Dunia Baru kini disebut Benua Amerika kepada Spanyol. Afrika serta India diserahkan kepada Portugis.
Paus menggeser garis demarkasinya ke arah timur sejauh 1.170 kilometer dari Tanjung Pulau Verde. Brazil pun jatuh ke tangan Portugis. Jalur perampokan bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Spanyol berlayar ke Barat dan Portugis ke Timur, keduanya akhirnya bertemu di Maluku, di Laut Banda. Sebelumnya, jika dua kekuatan yang tengah berlomba memperbanyak harta rampokan berjumpa tepat di satu titik maka mereka akan berkelahi, namun saat bertemu di Maluku, Portugis dan Sanyol mencoba untuk menahan diri.
Pada 5 September 1494, Spanyol dan Portugal membuat perjanjian Saragossa yang menetapkan garis anti-meridian atau garis sambungan pada setengah lingkaran yang melanjutkan garis 1.170 kilometer dari Tanjung Verde. Garis itu berada di timur dari kepulauan Maluku, di sekitar Guam.
Sejak itulah, Portugis dan Spanyol berhasil membawa banyak rempah-rempah dari pelayarannya. Seluruh Eropa mendengar hal tersebut dan mulai berlomba-lomba untuk juga mengirimkan armadanya ke wilayah yang baru di selatan.
Ketika Eropa mengirim ekspedisi laut untuk menemukan dunia baru, pengertian antara perdagangan, peperangan, dan penyebaran agama Kristen nyaris tidak ada bedanya. Misi imperialisme Eropa ini sampai sekarang kita kenal dengan sebutan “Tiga G”: Gold, Glory, Gospel. Seluruh penguasa, raja-raja, para pedagang, yang ada di Eropa membahas tentang negeri selatan yang sangat kaya raya ini.
Mereka berlomba-lomba mencapai Nusantara dari berbagai jalur. Sayang, saat itu belum ada sebuah peta perjalanan laut yang secara utuh dan detil memuat jalur perjalanan dari Eropa ke wilayah tersebut yang disebut Eropa sebagai Hindia Timur. Peta bangsa-bangsa Eropa baru mencapai daratan India, sedangkan daerah di sebelah timurnya masih gelap.
Dibandingkan Spanyol, Portugis lebih unggul dalam banyak hal. Pelaut-pelaut Portugis yang merupakan tokoh-tokoh pelarian Templar (dan mendirikan Knight of Christ), dengan ketat berupaya merahasiakan peta-peta terbaru mereka yang berisi jalur-jalur laut menuju Asia Tenggara.
Peta-peta tersebut saat itu merupakan benda yang paling diburu oleh banyak raja dan saudagar Eropa. Namun ibarat pepatah,“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, maka demikian pula dengan peta rahasia yang dipegang pelaut-pelaut Portugis.
Sejumlah orang Belanda yang telah bekerja lama pada pelaut-pelaut Portugis mengetahui hal ini. Salah satu dari mereka bernama Jan Huygen van Linschoten. Pada tahun 1595 dia menerbitkan buku berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis, yang memuat berbagai peta dan deksripsi amat rinci mengenai jalur pelayaran yang dilakukan Portugis ke Hindia Timur, lengkap dengan segala permasalahannya.
Buku itu laku keras di Eropa, namun tentu saja hal ini tidak disukai Portugis. Bangsa ini menyimpan dendam pada orang-orang Belanda. Berkat van Linschoten inilah, Belanda akhirnya mengetahui banyak persoalan yang dihadapi Portugis di wilayah baru tersebut dan juga rahasia-rahasia kapal serta jalur pelayarannya.
Para pengusaha dan penguasa Belanda membangun dan menyempurnakan armada kapal-kapal lautnya dengan segera, agar mereka juga bisa menjarah dunia selatan yang kaya raya, dan tidak kalah dengan kerajaan-kerajaan Eropa lainnya.
Pada tahun 1595 Belanda mengirim satu ekspedisi pertama menuju Nusantara yang disebutnya Hindia Timur. Ekspedisi ini terdiri dari empat buah kapal dengan 249 awak dipimpin Cornelis de Houtman, seorang Belanda yang telah lama bekerja pada Portugis di Lisbon. Lebih kurang satu tahun kemudian, Juni 1596, de Houtman mendarat di pelabuhan Banten yang merupakan pelabuhan utama perdagangan lada di Jawa, lalu menyusur pantai utaranya, singgah di Sedayu, Madura, dan lainnya. Kepemimpinan de Houtman sangat buruk.
Dia berlaku sombong dan besikap semaunya pada orang-orang pribumi dan juga terhadap sesama pedagang Eropa. Sejumlah konflik menyebabkan dia harus kehilangan satu perahu dan banyak awaknya, sehingga ketika mendarat di Belanda pada tahun 1597, dia hanya menyisakan tiga kapal dan 89 awak. Walau demikian, tiga kapal tersebut penuh berisi rempah-rempah dan benda berharga lainnya.
Orang-orang Belanda berpikiran, jika seorang de Houtman yang tidak cakap memimpin saja bisa mendapat sebanyak itu, apalagi jika dipimpin oleh orang dan armada yang jauh lebih unggul. Kedatangan kembali tim de Houtman menimbulkan semangat yang menyala-nyala di banyak pedagang Belanda untuk mengikut jejaknya. Jejak Houtman diikuti oleh puluhan bahkan ratusan saudagar Belanda yang mengirimkan armada mereka ke Hindia Timur.
Inilah gambar bukunya :

Mengenal Demam Chikungunya
by Ardhi Subhan Afifi on Nov.22, 2009, under
Akhir-akhir ini masyarakat di Indonesia pada umumnya dikejutkan oleh adanya wabah penyakit demam yang menyerang semua pihak, baik pria maupun wanita, muda maupun tua, kaya maupun miskin, intelektual maupun buta huruf, pada pokoknya siapa saja bisa menderita demam yang menakutkan itu.
Sebenarnya demam semacam itu biasa saja terjadi, yaitu panas tinggi disertai dengan sakit nyeri seluruh persendian di tubuh, sehingga sulit menggerakkan tubuh bahkan sulit untuk berjalan maupun aktifitas sehari-hari. Orang yang menderita virus flu juga akan mengakibatkan gejala yang sama , apalagi kalau menderita flu “tulang”. Perbedaan yang terjadi adalah : pada jenis virus dan pembawa (vektor) penular penyakit dari orang satu ke orang yang lain. Apabila pada virus flu yang selama ini ramah dengan kita dapat menular secara langsung melalui udara dan kontak langsung dengan penderita flu, tetapi demam Chikungunya ditularkan hanya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu nyamuk kecil belang/berbintik hitam, yang kita kenal juga sebagai pembawa (vektor) penyakit demam Dengue , demam berdarah Dengue ( DHF = Dengue Hemorrhagic Fever ) maupun demam kuning (yellow fever).
Menurut WHO, demam Chikungunya termasuk penyakit menular yang disebabkan virus dan ditularkan nyamuk/serangga (Arthropods borne viral fever), dimana penyebabnya termasuk dalam virus Arbovirus Group A yaitu : Chikungunya (TH 35), Bebaru, Eastern equine, Mayaro (Uruma), Mucambo, O’nyong-nyong (Gulu), Pixuna, Ross fever, Semliki forest dan Sindbis yang kesemuanya ditularkan melalui nyamuk dan menyebabkan demam, encephalitis,demam berdarah maupun poliartritis. Demam Chikungunya telah lama menyebar di daerah beriklim panas di Afrika, Asia Tenggara dan Asia pada umumnya, sedangkan di Indonesia telah terdeteksi sejak tahun 1983 di Riau, Jambi, Pontianak, Jakarta, Yogyakarta dan lain-lain daerah yang dapat hidup nyamuk Aedes aegypti. Jadi demam ini tidak akan terjadi kalau tidak ada gigitan nyamuk Aedes aegypti sekaligus tidak ada sumber virus Chikungunya. Sehingga orang sangat mudah untuk menghindarinya dan jauh lebih mudah dari pada menghindari virus flu yang sangat mudah menular langsung lewat udara.
Bagaimana menghindari nyamuk Aedes Aegypti ?
Sebenarnya mudah, jika kita kenal baik siklus hidup dan cara hidup nyamuk ini. Siklus kehidupan nyamuk terdiri dari : Telur,biasanya menempel pada dinding wadah penyimpanan air yang lembab dan agak gelap, kemudian Larva/jentik nyamuk, hidup di wadah/tempat menyimpan air yang jernih: bak mandi, tempayan, ban bekas dll, lalu Kepompong yang hidupnya sama dengan larva tetapi bentuknya membulat, dan terakhir adalah Nyamuk dewasa yang suka menempel pada gantungan baju di kamar yang agak gelap, maupun barang yang agak gelap dimana saja. Mereka menghisap darah guna memenuhi kebutuhan perkembangan telur nyamuk (betina) itu.
Jadi resepnya : kenali tempat hidup serta bentuk jentik maupun nyamuk Aedes aegypti, bersihkan/kuras bak air dan bak mandi, buanglah wadah yang tidak berguna yang dapat berisi air di halaman kita, sinarilah kamar dan bukalah jendela kita dan hindari gigitan nyamuk dengan cara apapun. Ini sekaligus juga akan menghindari penyakit demam berdarah Dengue (DHF) yang menakutkan sekaligus mengerikan karena dapat menimbulkan kematian.
Pengobatan demam Chikungunya lebih sederhana karena tidak mematikan dan tidak menyebabkan perdarahan. Penderita demam Chikungunya memerlukan vitamin (B dan C) dan gizi (protein, lemak dan karbohidrat) yang baik, istirahat penuh di rumah dan usahakan untuk mengurangi gerakan fisik, niscaya 5-7 hari akan sembuh dan sehat kembali. Semoga kita dapat mewaspadainya.
The previous CDC SARS case definition (published March 29, 2003) has been updated to clarify that CDC's definition of travel to areas of suspected or documented community transmission of SARS includes airport transit.
Suspected Case:
Respiratory illness of unknown etiology with onset since February 1, 2003, and the following criteria:
1. Measured temperature greater than 100.4° F (greater than 38° C) AND
2. One or more clinical findings of respiratory illness (e.g. cough, shortness of breath, difficulty breathing, hypoxia, or radiographic findings of either pneumonia or acute respiratory distress syndrome) AND
3. Travel within 10 days of onset of symptoms to an area with documented or suspected community transmission of SARS (see list below; excludes areas with secondary cases limited to healthcare workers or direct household contacts)
OR
Close contact* within 10 days of onset of symptoms with either a person with a respiratory illness who traveled to a SARS area or a person known to be a suspect SARS case.
Travel includes transit in an airport in an area with documented or suspected community transmission of SARS
* Close contact is defined as having cared for, having lived with, or having direct contact with respiratory secretions and/or body fluids of a patient known to be suspect SARS case.
Areas with documented or suspected community transmission of SARS: Peoples' Republic of China (i.e., mainland China and Hong Kong Special Administrative Region); Hanoi, Vietnam; and Singapore
Note: Suspect cases with either radiographic evidence of pneumonia or respiratory distress syndrome; or evidence of unexplained respiratory distress syndrome by autopsy are designated "probable" cases by the WHO case definition.
Nyamuk yang menularkan demam berdarah dan cikungunya berasal dari keluarga yang sama, yakni Aedes aegypti dan Aedes albophilus. Demam berdarah mematikan, sedangkan cikungunya tidak, walau gejala awalnya hampir sama," katanya.
Sebenarnya demam semacam itu biasa saja terjadi, yaitu panas tinggi disertai dengan sakit nyeri seluruh persendian di tubuh, sehingga sulit menggerakkan tubuh bahkan sulit untuk berjalan maupun aktifitas sehari-hari. Orang yang menderita virus flu juga akan mengakibatkan gejala yang sama , apalagi kalau menderita flu “tulang”. Perbedaan yang terjadi adalah : pada jenis virus dan pembawa (vektor) penular penyakit dari orang satu ke orang yang lain. Apabila pada virus flu yang selama ini ramah dengan kita dapat menular secara langsung melalui udara dan kontak langsung dengan penderita flu, tetapi demam Chikungunya ditularkan hanya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu nyamuk kecil belang/berbintik hitam, yang kita kenal juga sebagai pembawa (vektor) penyakit demam Dengue , demam berdarah Dengue ( DHF = Dengue Hemorrhagic Fever ) maupun demam kuning (yellow fever).
Menurut WHO, demam Chikungunya termasuk penyakit menular yang disebabkan virus dan ditularkan nyamuk/serangga (Arthropods borne viral fever), dimana penyebabnya termasuk dalam virus Arbovirus Group A yaitu : Chikungunya (TH 35), Bebaru, Eastern equine, Mayaro (Uruma), Mucambo, O’nyong-nyong (Gulu), Pixuna, Ross fever, Semliki forest dan Sindbis yang kesemuanya ditularkan melalui nyamuk dan menyebabkan demam, encephalitis,demam berdarah maupun poliartritis. Demam Chikungunya telah lama menyebar di daerah beriklim panas di Afrika, Asia Tenggara dan Asia pada umumnya, sedangkan di Indonesia telah terdeteksi sejak tahun 1983 di Riau, Jambi, Pontianak, Jakarta, Yogyakarta dan lain-lain daerah yang dapat hidup nyamuk Aedes aegypti. Jadi demam ini tidak akan terjadi kalau tidak ada gigitan nyamuk Aedes aegypti sekaligus tidak ada sumber virus Chikungunya. Sehingga orang sangat mudah untuk menghindarinya dan jauh lebih mudah dari pada menghindari virus flu yang sangat mudah menular langsung lewat udara.
Bagaimana menghindari nyamuk Aedes Aegypti ?
Sebenarnya mudah, jika kita kenal baik siklus hidup dan cara hidup nyamuk ini. Siklus kehidupan nyamuk terdiri dari : Telur,biasanya menempel pada dinding wadah penyimpanan air yang lembab dan agak gelap, kemudian Larva/jentik nyamuk, hidup di wadah/tempat menyimpan air yang jernih: bak mandi, tempayan, ban bekas dll, lalu Kepompong yang hidupnya sama dengan larva tetapi bentuknya membulat, dan terakhir adalah Nyamuk dewasa yang suka menempel pada gantungan baju di kamar yang agak gelap, maupun barang yang agak gelap dimana saja. Mereka menghisap darah guna memenuhi kebutuhan perkembangan telur nyamuk (betina) itu.
Jadi resepnya : kenali tempat hidup serta bentuk jentik maupun nyamuk Aedes aegypti, bersihkan/kuras bak air dan bak mandi, buanglah wadah yang tidak berguna yang dapat berisi air di halaman kita, sinarilah kamar dan bukalah jendela kita dan hindari gigitan nyamuk dengan cara apapun. Ini sekaligus juga akan menghindari penyakit demam berdarah Dengue (DHF) yang menakutkan sekaligus mengerikan karena dapat menimbulkan kematian.
Pengobatan demam Chikungunya lebih sederhana karena tidak mematikan dan tidak menyebabkan perdarahan. Penderita demam Chikungunya memerlukan vitamin (B dan C) dan gizi (protein, lemak dan karbohidrat) yang baik, istirahat penuh di rumah dan usahakan untuk mengurangi gerakan fisik, niscaya 5-7 hari akan sembuh dan sehat kembali. Semoga kita dapat mewaspadainya.
The previous CDC SARS case definition (published March 29, 2003) has been updated to clarify that CDC's definition of travel to areas of suspected or documented community transmission of SARS includes airport transit.
Suspected Case:
Respiratory illness of unknown etiology with onset since February 1, 2003, and the following criteria:
1. Measured temperature greater than 100.4° F (greater than 38° C) AND
2. One or more clinical findings of respiratory illness (e.g. cough, shortness of breath, difficulty breathing, hypoxia, or radiographic findings of either pneumonia or acute respiratory distress syndrome) AND
3. Travel within 10 days of onset of symptoms to an area with documented or suspected community transmission of SARS (see list below; excludes areas with secondary cases limited to healthcare workers or direct household contacts)
OR
Close contact* within 10 days of onset of symptoms with either a person with a respiratory illness who traveled to a SARS area or a person known to be a suspect SARS case.
Travel includes transit in an airport in an area with documented or suspected community transmission of SARS
* Close contact is defined as having cared for, having lived with, or having direct contact with respiratory secretions and/or body fluids of a patient known to be suspect SARS case.
Areas with documented or suspected community transmission of SARS: Peoples' Republic of China (i.e., mainland China and Hong Kong Special Administrative Region); Hanoi, Vietnam; and Singapore
Note: Suspect cases with either radiographic evidence of pneumonia or respiratory distress syndrome; or evidence of unexplained respiratory distress syndrome by autopsy are designated "probable" cases by the WHO case definition.
Nyamuk yang menularkan demam berdarah dan cikungunya berasal dari keluarga yang sama, yakni Aedes aegypti dan Aedes albophilus. Demam berdarah mematikan, sedangkan cikungunya tidak, walau gejala awalnya hampir sama," katanya.
Tips
About Me
- Ardhi Subhan Afifi
- gue coba melihara blog kaya orang-orang. bukan karna gue mau ngikut-ngikut trend. sekedar cari kesibukan. sekalian gue belajar. ya ibaratnya gue menyelam sambil minum es jeruk.